anganmanis

Fenomena bunuh diri memang sudah menjadi trend sekaligus sangat mengerikan. Ada berbagai latar belakang penyebabnya mulai dari himpitan ekonomi hingga putus cinta dan caranyapun juga bervariasi ada yang melakukan dengan cara gantung diri, melompat dari tower yang ketinggiannya tak terhingga dan ada yang paling praktis lagi yaitu dengan cara meminum racun.

Betapa pendeknya pemikiran tersebut, padahal seandainya orang tersebut lebih bijak sedikit saja dalam menghadapi masalah mungkin ini tidak akan terjadi, dengan putus cinta misalnya, jika memang tidak ditakdirkan untuk berjodoh mengapa harus dipaksakan toh wanita atau laki-laki tidak hanya satu saja. Mungkin dengan putusnya cinta tersebut ada hal lain yang direncanakan oleh sang pencipta.

Padahal resiko bunuh diri tersebut tidak sedikit disamping menyusahkan sanak keluarga juga berakibat pada dirinya untuk menanggung dosa. Pikiran atau perasaan yang demikian biasanya timbul ketika seseorang merasa tidak sanggup lagi menanggung beban hidupnya. Ketika seseorang merasa tidak memiliki daya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya dan merasa tidak ada orang lain yang mau memperhatikan dan membantunya keluar dari permasalahan tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan oleh pembantu salah satu dosen penulis yang pamit pulang karena pacarnya bunuh diri dengan alasan diputus sama si pembantu tersebut betapa memprihatinkan hal tersebut bila dibiarkan secara terus menerus  tanpa ada respon yang baik dari pihak yang berwajib. Dosen tersebut menceritakan hal ikhwalnya ketika penulis bimbingan proposal skripsi, lalu penulis nyeletuk dengan sedikit guyonan “sebenarnya tidak apa-apa karena memang sekarang adalah trend bunuh diri”.

Namun,meskipun demikian bukan berarti penulis tidak ngeri sekaligus sangat prihatin mendengar hal tersebut. Karena  penulis beranggapan  hal tersebut hanya terjadi di sinetron saja yang memang jalan hidupnya diatur dalam naskah.

Hemat penulis untuk mengatasi hal tersebut seharusnya para ibu rumah tangga terutama yang mempunyai pembantu tidak hanya memberi gaji (bayaran) disetiap bulannya akan tetapi juga selalu memberikan nasehat-nasehat agar pembantu lebih tegar dalam menghadapi masalah yang serumit mungkin.

Sebab ia sadar, bahwa hidup ini memang penuh cobaan-cobaan berat dan pahit, jadi bunuh diri baginya hanyalah tindakan sia-sia dan pengecut. Dan masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan dalam hidup ini, dan segala sesuatu pastilah ada batasnya.

Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna dan pemahaman guru dalam menjalankan fungsinya diantaranya berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang menyenangkan, kreatif, dinamis, dan memberikan motivasi kepada siswa.        Belajar anak akan bermakna jika metode atau strategi pembelajaran  yang digunakan tepat dan sesuai dengan SK-KD (Standar Kompetensi-Kompetensi Dasar) yang diberikan dan tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapaipun tidak sulit unruk ditempuh. Namun sebaliknya, terkadang guru guru tidak menyadari dengan menerapkan metode atau strategi pembelajaran tersebut, siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran, siswa tambah bingung  dan membosankan.

Jika keadaan kelas sudah demikian, tujuan pembelajaranpun akan gagal diraih. Mengapa hal ini terjadi? Ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut, pertama guru tidak menguasai langkah-langkah metode atau strategi pembelajaran yang diterapkan,  kedua anak tidak mudah dikondisikan (karena bukan hal yang mudah untuk memberi metode atau strategi pembelajaran baru pada siswa, akibatnya siswa rame sendiri) dan yang terakhir adalah tidak memberi motivasi kepada siswa. Ketiga alasan  tersebut seringkali terabaikan dalam pembelajaran padahal hal tersebut sangat dibutuhkan saat pembelajaran berlangsung guna mencapai tujuan pembelajaran.

Hal-hal yang terjadi di atas sudah jelas adanya,  beberapa waktu lalu penulis melakukan penelitian di salah satu sekolah swasta di Malang dengan menggunakan metode baru (yaitu metode yang  belum pernah digunakan dalam kelas tersebut oleh guru bidang studi) . pada awalnya penulis melakukan observasi dan wawancara, observasi yang dilakukan ialah melihat silabus, RPP guru  dan keadaan kelas, sedangkan wawancaranya dilakukan dengan salah satu siswa dan guru bidang studi, yang penulis tanyakan adalah mengenai metode yang pernah digunaka oleh guru, dari sini penulis mengetahui bahwa metode ini belum pernah digunakan di kelas tersebut sehingga penulis mengatakan ini adalah metode atau strategi baru bagi mereka dan mencoba menerapkannya.

Selanjutnya penulis melakukan penelitian yakni mengajar di kelas tersebut dengan metode yang sudah dirancang dalam RPP, namun kejadiannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, pada pertemuan pertama siswa menjadi tidak terkondisikan dan tidak mau mmengikuti instruksi guru. Jika keadaan sudah demikian sudah bisa diprediksikan bahwa pembelajaran ini akan gagal dan tidak bisa mencapai tujuan, peretemuan selanjutnya siswa masih kurang terkondisikan namun sudah ada peningkatan dibandingkan pertemuan sebelumnya, ini disebabkan karena guru sudah menguasai metode/strategi yang diberikan, dan selanjutnya siswa sudah sangat terkondisikan dan tujuan pembelajaranpun sudah tercapai.

Setelah dianalilisis dari pertemuan pertama sampai pertemuan-pertemuan selanjutnya guru menemukan satu titik yang sangat terang yakni motivasi, karena dengan motivasi ini siswa sangat antusias dan ingin belajar lebih lama lagi, mereka senang berlama-lama di kelas hal ini sangat berbeda dengan kejadian-kejadian sebelumnya.

Dari kejadian tersebut peranan motivasi ini sangat penting dalam proses pembelajaran perlu dipahami juga oleh guru agar dapat melakukan berbagai tindakan atau motivasi kepada siswa. Motivasi ini  dapat diartikan sebagai dorongan kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan. Jika dikaitkan dengan konteks pembelajaran maka kebutuhan tersebut sangat erat hubungannya dengan kebutuhan anak untuk belajar.

Peranan guru untuk mengelola motivasi belajar siswa sangat penting, dan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar yang didasarkan pada pengenalan guru kepada siswa secara individual.

Jadi metode/strategi apapun yang diberikan kepada siswa jika tidak dibarengi dengan motivasi tidak akan berarti apa-apa, karena jika siswa tidak termotivasi dengan metode/strategi pembelajaran tersebut siswa tidak akan mengikuti apa yang diinstruksikan guru dan kalaupun mereka mau mengikuti intruksi hal ini karena keterpaksaan belaka, jadi bagi pendidik jangan segan-segan untuk memberi motivasi kepada siswa karena motivasi dapat membangkitkan semangat siswa untuk belajar. Motivasi sebagai pembangkit belajar siswa  yang efektif karena keingintahuan dan keyakinan dari dalam diri siswa tersebut. Setiap siswa memiliki rasa ingin tahu, maka guru perlu memotivasi dengan pertanyaan diluar kebiasaan atau tugas yang menantang disertai penguatan bahwa siswa mampu melakukannya.

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.

  • Tak ada
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

Arsip